Manfaat dan Kegunaan Rumah Adat Papua yang Wajib Kamu Ketahui

Sudah tahukah kamu, manfaat dan kegunaan rumah adat papua? Selain berperan sebagai tempat tinggal, rumah adat di papua juga sering dijadikan sebagai tempat berkumpul, tempat pendidikan, bahkan ada yang dijadikan sebagai tempat penyimpanan. Maka tidak heran jika jenisnya cukup beragam.


Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa, rumah adat di papua dikenal dengan nama honai. Namun, tahukah kamu, sebenarnya Papua memiliki banyak rumah adat. Hal ini berhubungan dengan fungsi yang dimilikinya. Misalnya rumah honai dijadikan tempat tinggal laki-laki, sedangkan wanitanya tinggal di rumah Ebai.


Sebelum mengetahui manfaat dan kegunaan rumah adat Papua, ada baiknya kamu mengenal dulu ciri khas rumah adat di papua dan jenisnya. Yuk simak penjelasan selengkapnya berikut ini.


Apa Rumah Khas Papua?


Manfaat dan Kegunaan Rumah Adat Papua
Manfaat dan Kegunaan Rumah Adat Papua

Rumah adat di Papua ada banyak, salah satu yang paling populer adalah rumah Honai. Meski berbeda nama dan fungsi, kebanyakan rumah adat tersebut memiliki kemiripan bentuk bangunannya dengan rumah Honai.


Rumah adat Honai memiliki ciri khas, berbentuk mirip jamur yang berukuran besar dan bulat. Atap rumah kayu yang berisi timbunan jerami atau ilalang itu memang menyengaja dibuat seperti kerucut. Berlainan dengan tipe rumah yang lain dibuat secara melebar, rumah Honai populer akan ruangnya yang sempit dan tidak berjendela. Salah satu alasan kenapa rumah Honai berbentuk seperti itu adalah untuk menahan udara dingin yang seringkali menerpa wilayah Lembah Baliem.


Jenis Rumah Adat Papua Berdasarkan Fungsinya


Rumah adat di Papua sangat unik, setiap jenis rumah memiliki fungsinya masing-masing. Tidak semua rumah adat Papua dijadikan tempat tinggal. Berikut penjelasan mengenai jenis rumah adat di Papua


1. Rumah Adat Honai


Rumah Adat Honai
Rumah Adat Honai


Ini ialah rumah adat Papua yang terpopuler serta sebagai wakil propinsi itu. Rumah Honai sering disebutkan dengan bernama ‘Onai', yang maknanya rumah. Umumnya rumah ini dihuni oleh beberapa lelaki dewasa hingga dia sering dinamai rumah Honai Pilamo.


Salah satunya yang membuat rumah ini unik ialah wujud tempat tinggalnya yang bulat dengan atap rumah berupa kerucut seperti jamur. Ditambah rumah ini cuman mempunyai satu pintu tanpa jendela.


Atap rumah Honai biasanya dibuat dari jerami dan dinding tempat tinggalnya dibuat berbahan kayu yang cukup kuat. Argumen wujud atap rumah Honai menyengaja dibikin kerucut untuk kurangi udara dingin dan menghindar air hujan.


Biasanya, tinggi rumah Honai cuman sekitar 2,5 mtr. dengan luas ruang sekitaran 5 mtr. saja. Rumah ini menyengaja dibikin sama ukuran yang kecil agar udara didalamnya masih tetap hangat.


2. Rumah Adat Ebai


Rumah Adat Ebai
Rumah Adat Ebai

Jika rumah Honai ditujukan untuk lelaki dewasa, rumah Ebai ditempati oleh wanita dewasa. Ebai datang dari kata ebe yang memiliki arti badan dan ai yang memiliki arti wanita. Ebai memiliki makna wanita sebagai badan untuk kehidupan saat sebelum seorang terlahir di dunia.


Rumah Ebai mempunyai ukuran yang lebih kecil dan pendek dibanding dengan rumah Honai. Rumah Ebai berada di sisi bagian kanan atau kiri dari rumah Honai yang pintunya tidak sejajar dengan rumah Honai.


Di dalam rumah Ebai berikut umumnya wanita lakukan beragam aktivitasnya. Di sini juga, beberapa ibu akan mengajari ke anak-anak mereka mengenai bermacam hal saat sebelum si anak menikah kelak.


3. Rumah Adat Hunila


Rumah Adat Hunila
Rumah Adat Hunila

Berlainan dengan ke-2 rumah adat Honai dan Ebei awalnya, rumah Hunila ialah semacam Honai tetapi mempunyai wujud yang lebih memanjang serta lebih luas.


Rumah Hunila ini sebagai dapur sebagai pusat untuk pembikinan makanan untuk semua penghuni silimo atau sejumlah rumah Honai pada sebuah tempat.


Umumnya beberapa wanita akan mengolah sagu atau membakar ubi di rumah Hunila. Sesudah mengolah, beberapa wanita selanjutnya akan mengantar makanan ke Pilamo dan semua keluarganya.


4. Rumah Adat Kariwari


Rumah Adat Kariwari
Rumah Adat Kariwari

Seterusnya ada rumah adat Papua dari suku Tobati namanya Kariwari. Nama rumah adat Papua satu ini unik dengan atap meruncing ke atas berupa limas sisi delapan. Terdiri dari 3 jenjang, rumah ini mempunyai peranan yang berbeda. Tingkat pertama untuk mendidik anak lelaki untuk dapat cari nafkah sendiri, tingkat ke-2 sebagai tempat tatap muka beberapa pejabat suku dan tingkat ke-3 untuk meditasi atau berdoa.


Tinggi rumah adat Papua ini dapat sampai 8 mtr. lho Pins! Disamping itu, banyak yang memakai bahan atap jerami pada jaman dulu tetapi sekarang atap rumah adat Kariwari dapat dibuat berbahan atap kekinian secara umum. Seperti genteng atap atau bahan beton.


5. Rumah Pohon


Rumah Pohon
Rumah Pohon


Ini adalah rumah adat yang dipunyai oleh suku pedalaman asli Papua, yakni Suku Korowai. Sama dengan namanya, rumah ini berada pada bagian atas dahan pohon dengan ketinggian sekitaran 15 sampai 50 mtr.. Tentunya rumah ini akan membuat perlindungan beberapa penghuninya dari binatang buas.


Suku Korowai memang menyengaja membuat rumah pohon ini dengan arah untuk menghindar binatang buas dan masalah arwah jahat yang disebutkan "laleo". Dalam budaya Suku Korowai, Laleo dipercaya ialah makhluk jahat atau iblis kejam yang jalan seperti mayat hidup dan mereka berkeliaran saat malam hari.


Disamping itu, warga Suku Korowai yakin jika makin tingginya rumah yang mereka bikin, karena itu mereka akan makin terbebas dari beberapa roh jahat yang bergentayangan saat malam hari.


6. Rumah Adat Rumsram


Rumah Adat Rumsram
Rumah Adat Rumsram

Rumah adat Rumsram datang dari Suku Biak Numfor yang menetap beberapa pulau dan bekerja sebagai nelayan. Rumah ini intinya ditempati oleh lelaki. Peranan intinya untuk latih anak lelaki jadi pria kuat saat mereka dewasa kelak. Dapat bertanggungjawab sebagai kepala keluarga dan sanggup membuat perlindungan sukunya.


Model rumah Rumsram ialah rumah pentas persegi, seperti rumah di pesisir secara umum. Atapnya berupa perahu kebalik, sebagai identitas pemilik rumah yang bermatapencaharian sebagai nelayan. Tinggi rumah Rumsram capai 6 sampai 8 mtr.. Rumah ini dihias dengan umiran di sejumlah bagiannya.


Sama dengan rumah Honai, rumah Rumsram terbagi dalam 2 tingkat. Lantai pertama berbentuk ruang terbuka dan tidak mempunyai dinding. Lantai berikut yang dipakai untuk mendidik anak lelaki. Misalkan mengukir, membuat perahu, langkah berperang, dan tipe ketrampilan yang lain. Saat itu, lantai duanya dipakai untuk rumah.


Lantai rumah Rumsram dibuat dari kulit kayu, sementara dindingnya dibuat dari pohon bambu yang dicacah. Ada 2 pintu yang berada pada bagian depan dan belakang rumah. Rumah Rumsram diperlengkapi beberapa jendela, sisi atapnya dibuat dari daun sagu.


7. Rumah Adat Wamai


Rumah Adat Wamai
Rumah Adat Wamai

Rumah adat Papua selanjutnya ialah rumah Wamai. Bangunan tempat tinggal ini sebetulnya bukan bangunan tempat tinggal rumah, tetapi bangunan untuk kandang ternak.


Nama Wamai sendiri datang dari panggilan hewan ternak khusus yang umumnya dipiara, yakni ‘wam' atau babi.


Bangunan tempat tinggal Wamai ini cukup spesial untuk warga Suku Dani, karena wam atau babi benar-benar berharga untuk mereka.


Wujud bangunan tempat tinggal Wamai sendiri nyaris serupa dengan Hunila, tetapi mempunyai ukuran yang lebih kecil dan di tempat di beberapa sudut yang cukup jauh dari rumah Honai.


Manfaat dan Kegunaan Rumah Adat Papua


Selain dijadikan tempat tinggal, rumah adat Papua memiliki banyak manfaat dan kegunaan, berikut beberapa diantaranya:


1. Identitas Suku Bangsa


Identitas Suku Bangsa
Identitas Suku Bangsa

Faktor yang memengaruhi terciptanya sebuah identitas suku bangsa ialah bahasa, keyakinan, sikap, ciri-ciri biologis, dan budaya.


Rumah adat adalah produk dari sebuah kebudayaan, karena dalam perancangannya mengikutsertakan beberapa unsur budaya.


Juga pembangunannya tidak sembarangan, tetapi memerhatikan tiap detilnya.


Dimulai dari manfaat, peranan sosial, material, sampai implementasi beberapa unsur tertentu berdasar rutinitas warga suku bangsa yang berkaitan.


2. Tempat Penyimpanan


Seperti peranan rumah secara umum, warga asli Papua memakai rumah adat mereka untuk tempat simpan beragam barang. Umumnya golongan lelaki akan simpan senjata atau barang bernilai punya suku mereka. Perlengkapan perang, alat memburu, atau bahkan juga hasil pemburuan juga sering diletakkan di rumah Hanoi.


Filosofi dari area untuk menyimpan memperlihatkan jika rumah Hanoi sebagai cerminan dari harga diri mereka. Alat perang, barang bernilai punya suku, dan tempat simpan anak-anak mereka ini menggambarkan jika rumah adat dan didalamnya harus dijaga. Jangan ada faksi yang merusak rumah dan area untuk menyimpan barang bernilai mereka.


3.Tempat Mendidik Anak


Tempat Mendidik Anak
Tempat Mendidik Anak

Selainnya dipakai untuk rumah, rumah adat Papua digunaan untuk tempat share dengan keluarga. Rumah sebagai media khusus untuk mendidik anak dan memperkenalkan turunan mereka mengenai bagaimana taktik berperang yang bagus. Beberapa tetua adat akan mengajari langkah memburu, mempertajam naluri di rimba, dan jaga persatuan setiap barisan atau bagian keluarga.


Dengan wujud bangunan berbentuk lingkaran tanpa pojok, ini menggambarkan jika jalinan kekeluargaan mereka akan abadi dan kuat, berpadu keduanya. Wujud lingkaran sebagai bentuk jika tiap suku sebetulnya mempunyai kemiripan, yaitu berbentuk filosofi yang diyakini masihlah sama walau mereka tinggal di lembah yang lain.


4. Tempat Bergabung


manfaat dan kegunaan rumah adat Papua sebagai Tempat Bergabung
Tempat Bergabung

Tidak cuma untuk rumah satu atau 2 orang saja, Hanoi sering dipakai untuk bergabung komune suku. Mereka akan bergabung untuk berencana taktik, mengulas mengenai upacara tradisi, atau lakukan dialog antara tetua supaya lebih privat dan tidak terganggu oleh anggota suku lain.


Untuk yang ini, arti filosofi yang diartikan oleh warga Papua memperlihatkan jika Hanoi ialah penyatu. Bahkan juga disini sepasang pengantin baru dari 2 suku yang lain akan berpadu pada malam pertama mereka. Sedang di kehidupan setiap hari, rumah Hanoi dipakai untuk tidur bersama semalaman. Persatuan berikut yang membuat ikatan tiap anggota suku benar-benar kuat dan kuat. Akhirnya, mereka akan sama-sama bersatu dan bekerja bersama untuk memenuhi tuntutan hidup.


Demikian pembahasan mengenai manfaat dan kegunaan rumah adat papua. Mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi kamu yang membacanya. Mohon maaf jika kesalahan dalam penulisan. Terima kasih.

LihatTutupKomentar